Rabu, 30 Juni 2010

Mengenal Watak Kedua

Watak dasar manusia itu adalah baik, lurus, dan penuh kasih. Ia tetap ada hingga manusia itu mati. Lantas mengapa ada manusia yang jahat, mengambil jalan keliru, dan memiliki dada yang penuh sesak dengan kebencian? Kalau boleh saya menyebutnya, itu adalah kecelakaan proses. Namun keberadaannya yang seperti itu sekarang bukan tidak bisa berubah, karena manusia itu selalu ada dalam hukum kondisi berada, kondisi berproses, dan kondisi menjadi.

Kamis, 24 Juni 2010

Hukuman Pelaku Maksiat

Kata maksiat sebenarnya berasal dari khazanah Arab yang berarti durhaka, tidak patuh. Dalam al-Qur’an kata ini menunjuk pada suatu perbuatan yang tidak mengikuti apa yang telah digariskan oleh Allah. Sebagai contoh adalah perbuatan nabi Adam yang memakan buah terlarang karena tergoda oleh hasutan syetan (Thaaha/20:121); akan tetapi kemudian nabi Adam merasa bersalah dan bertobat. Beliau meminta kepada Allah agar kesalahan yang telah diperbuatnya diampuni (al-A’raaf/7:23).

Senin, 28 Desember 2009

Cahaya Hidupku

Maafkan aku sayang. Betapa aku teramat banyak menabur rasa sakit di hatimu. Ku tak bisa menyeimbangi besarnya cintamu padaku. Aku kaku. Aku tidak bisa menyelami ruang batinmu. Pengetahuanku tidak mengarahkanku untuk berempati dalam denyut cintamu. Aku kecil di hadapan dewasanya sikapmu. Yang kusadari, betapa beruntungnya aku memilikimu. Aku bukanlah kebahagiaan bagimu dibanding keberadaanmu di sisiku.

Garbage In Garbage Out

Malam ini adalah awal dari kehidupanku. Sudah lama aku "mati." Setumpuk permasalahan membuatku absen dari dunia tulisan. Begitu berat untuk memulai. Aku sudah terbiasa untuk tidak berpikir. Menikmati santai, larut dalam keindahan semu.

Selasa, 15 September 2009

Kembali ke Udik

Kalau tidak salah, mudik itu berasal dari kata udik, artinya desa atau dusun. Mudik berarti kembali ke desa atau ke dusun. Udik memiliki kesan natural, kembali ke asal. Ini berlawanan dengan urban yang terkesan menjauh, bersifat kultural.

Sabtu, 12 September 2009

Filsafat Puasa

Sebagian besar umat muslim mungkin belum begitu menyadari, bahwa puasa yang mereka jalani selama sebulan adalah proses yang sangat menakjubkan. Luar bisa mengesankan. Bagaimana tidak, uji fisik dan mental-emosional ini harus dilakoni melalui proses yang cukup panjang. Satu bulan penuh. Di mana gejala ketaatan akan terlihat dengan jelas dalam proses seperti ini.

Selasa, 01 September 2009

Puasa Fiqh dan Puasa Moral

Menghubungkan kata "puas" dengan "puasa" kesannya cukup seronok, di kuping terdengar sedap untuk disimak. Meski pada hakikatnya kedua kata itu tidak berkorelasi derivatif secara maknawi. Puas berarti adanya rasa senang karena terpenuhinya hasrat. Sementara puasa berarti menahan diri dengan sengaja untuk tidak makan dan minum hingga waktu tertentu.