Tidak boleh membahayakan diri dan orang lain adalah prinsip universal yang kita angguki kebenarannya. Walau ia diambil dari sumber Islam yang tertuang di dalam hadits nabi, laa dharara wa laa dhiraara fi al-Islaam, namun terobjektifkan dalam kehidupan manusia yang tidak lagi dibatasi oleh geografis, bahasa, budaya, dan agama.
Senin, 12 Juli 2010
Kamis, 08 Juli 2010
Mengenal Pendidikan Karakter
Sekarang ini mulai digadang-gadangkan pendidikan karakter. Dulu juga sudah, tapi mungkin proses dan hasilnya kurang dari apa yang diharapkan, maka wacana akan pendidikan ini digeliatkan lagi. Mengapa pendidikan karakter, ada apa dengan karakter anak bangsa Indonesia?
Selasa, 06 Juli 2010
Buah Khuldinya sudah Basi
Ariel, Luna, dan Cut Tari, sungguh menghebohkan. Di mana-mana orang sibuk menarik simpul dari pemberitaan media akan skandal yang menimpa ketiga selebritis itu. Mengapa sedemikian ramainya orang memperbincangkan mereka. Apakah karena Ariel sebagai vokalis group band terkenal Peterpan, Luna sebagai presenter Dasyat yang setiap hari muncul di RCTI, ataukah karena Cut Tari presenter Insert Trans TV yang tidak kalah dasyatnya dibanding Luna?
Rabu, 30 Juni 2010
Mengenal Watak Kedua
Watak dasar manusia itu adalah baik, lurus, dan penuh kasih. Ia tetap ada hingga manusia itu mati. Lantas mengapa ada manusia yang jahat, mengambil jalan keliru, dan memiliki dada yang penuh sesak dengan kebencian? Kalau boleh saya menyebutnya, itu adalah kecelakaan proses. Namun keberadaannya yang seperti itu sekarang bukan tidak bisa berubah, karena manusia itu selalu ada dalam hukum kondisi berada, kondisi berproses, dan kondisi menjadi.
Kamis, 24 Juni 2010
Hukuman Pelaku Maksiat
Kata maksiat sebenarnya berasal dari khazanah Arab yang berarti durhaka, tidak patuh. Dalam al-Qur’an kata ini menunjuk pada suatu perbuatan yang tidak mengikuti apa yang telah digariskan oleh Allah. Sebagai contoh adalah perbuatan nabi Adam yang memakan buah terlarang karena tergoda oleh hasutan syetan (Thaaha/20:121); akan tetapi kemudian nabi Adam merasa bersalah dan bertobat. Beliau meminta kepada Allah agar kesalahan yang telah diperbuatnya diampuni (al-A’raaf/7:23).
Senin, 28 Desember 2009
Cahaya Hidupku
Maafkan aku sayang. Betapa aku teramat banyak menabur rasa sakit di hatimu. Ku tak bisa menyeimbangi besarnya cintamu padaku. Aku kaku. Aku tidak bisa menyelami ruang batinmu. Pengetahuanku tidak mengarahkanku untuk berempati dalam denyut cintamu. Aku kecil di hadapan dewasanya sikapmu. Yang kusadari, betapa beruntungnya aku memilikimu. Aku bukanlah kebahagiaan bagimu dibanding keberadaanmu di sisiku.
Garbage In Garbage Out
Malam ini adalah awal dari kehidupanku. Sudah lama aku "mati." Setumpuk permasalahan membuatku absen dari dunia tulisan. Begitu berat untuk memulai. Aku sudah terbiasa untuk tidak berpikir. Menikmati santai, larut dalam keindahan semu.
Langganan:
Postingan (Atom)