Pemilihan anggota legislatif dan perwakilan daerah sudah selesai. Sekarang masyarakat tinggal menunggu hasil akhir. Tetapi tidak kalah mendebarkannya, di tengah riuh rendah suasana pertikaian politik akibat merebaknya kecurangan, kekeliruan, dan ketidaksiapan menerima kekalahan, para pelajar setingkat SMA dan SMP tengah bersiap-siap memasuki gerbang Ujian Nasional.
Sabtu, 18 April 2009
Pergeseran Sosial
Ada seorang teman yang meminta saya untuk menulis masalah pergeseran sosial. Bagaimana format yang dia maksud, tidak begitu jelas. Tetapi menurut saya menarik untuk direspons. Hemat saya, untuk menuju suatu pemahaman yang baik, perlu kiranya diajukan pertanyaan apakah pergeseran sosial, atau yang dalam istilah kerennya transformasi sosial itu merupakan sesuatu yang deterministis atau sesuatu yang ada dalam jangkauan usaha manusia?
Rabu, 08 April 2009
Selamat Mencoreng
Kamis 9 April 2009 adalah puncak pesta demokrasi di Indonesia. Hari ini para pemilih menetapkan labuhan hati mereka. KPU sudah mengamankan hari senin sampai rabu sebagai hari tenang. Masyarakat pemilih diajak untuk merenung. Dan partai-partai politik berikut calon-calonnya diwajibkan tuk menjalani "ritual nyepi" dari kuar-kuar atraktif kampanye.
Senin, 06 April 2009
Politik tanpa Prinsip
Perlu kiranya didudukkan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan prinsip pada judul di atas. Setidaknya untuk menghindari kesalahan persepsi. Prinsip yang dimaksud di sini ialah aturan mendasar yang mengendalikan perilaku seseorang. Ia bersifat universal, dalam arti berlaku di mana saja, juga eternal, terus ada kapan saja. Tegasnya menyeluruh dan berlangsung terus, melintasi ruang dan waktu.
Sabtu, 28 Maret 2009
Antara Penguasa dan Pelayan
Secara harfiah, monarki berarti kekuasaan sepenuhnya berada di tangan raja. Sebelum digeser demokrasi, semua tanah dan apa saja yang dikandungnya menjadi milik raja. Apapun yang dikehendaki raja, maka ia harus terlaksana. Setelah demokrasi datang, otoritas raja berpindah kepada rakyat. Kedaulatan akhirnya berada di tangan rakyat. Tapi mustahil kiranya semua rakyat jadi raja. Maka diaturlah suatu sistem, di mana rakyat memilih wakil-wakil mereka. Dan wakil-wakil itu memilih beberapa orang untuk bekerja bersama mereka melayani jutaan rakyat yang berdaulat.
Jumat, 20 Maret 2009
Wacana Orang Gila
Menarik juga untuk mempersoalkan kenapa orang bisa jadi gila. Namun karena saya bukan seorang ahli jiwa, atau setidaknya mengenal psikologi gila, maka saya mencoba melihat dan menguraikannya dari perspektif dan kapasitas saya sebagai orang awam yang lagi mampir di warung diskusi tentang kegilaan. Ikut nimbrung, mencuil bagian untuk mengepulkan asap pemikiran yang kemungkinan besar dinilai menyimpang dari nalar disiplin keilmuan yang semestinya.
Selasa, 17 Maret 2009
Kami Butuh Darahmu
Salah satu karakteristik Islam adalah memberi. Karena itu Islam dikenal dengan agama rahmatan lil'alamin, agama penyebar kesejahteraan di muka bumi. Bukti yang tegas yang menunjukkan bahwa agama Islam sebagai agama yang pemurah adalah adanya banyak konsep memberi dalam dogmanya. Sebut saja misalnya konsep zakat, sedekah, infak, wakaf, hibah, washiyat, hadiyah, diyat, kafarat, dan lain sebagainya.
Langganan:
Postingan (Atom)