Memahami manusia Indonesia itu memang rumit. Perlu bekali-kali membaca ulang fenomenanya baru bisa mendapatkan pemahaman. Tapi ada satu kerangka pikir yang cukup simpel –meminjam paradigma Emha Ainun Nadjib- untuk bisa dikenakan dalam menilai manusia Indonesia, yaitu bahwa mereka cenderung menganut filosufi materialisme; di mana dalam memandang diri acap menggunakan ukuran-ukuran badani dan indikator-indikator sosial budaya. Dirinya adalah badannya, hidungnya, matanya, kakinya, payudaranya, rambutnya dan semua anasir biologisnya.
Kamis, 10 November 2011
Selasa, 08 November 2011
Kun Marfu’an
Menarik untuk diketengahkan, tentang filsafat hidup dari ilmu nahwu (gramatika bahasa Arab) yang diajarkan oleh K.H. Iman Zarksyi, salah satu pendiri Pondok Modern Gontor, kepada santri-santrinya. Yang menurut saya, ini sederhana, mudah untuk dicerna, dan sangat mengena.
Jumat, 28 Oktober 2011
Brother...,Brother...,Anta Himar...!
Cukup menggelikan untuk diulang kembali apa yang diceritakan oleh Pak Tifatul Sembiring ketika memberi petatah petitih dalam acara General Public Pascasarjana di UIN Sunan Kalijaga tanggal 26/09/2011. Kata beliau, orang Afganistan itu terkenal memiliki kepercayaan diri yang tinggi, meski kondisi dirinya susah. Mereka tidak sungkan membusung dada kepada siapapun. Hanya saja, satu kelompok mayarakat yang paling mereka hormati dan muliakan, yaitu masyarakat Arab.
Minggu, 23 Oktober 2011
Barabai Tanah Air Beta
Kalau Bapak Ismail Marzuki mengatakan, Indonesia adalah tanah air beta, maka saya sebalikya akan mengatakan bahwa Barabai adalah tanah air saya. Perbedaan ini tidak saya maksudkan sebagai penyangkalan, tetapi sekedar batas kesadaran. Kesadaran yang nyata akan tempat hakiki di mana kita dilahirkan, dididik dan dibesarkan.
Jumat, 21 Oktober 2011
Pengetahuan adalah Kuasa
Knowledge is power, pengetahuan adalah kuasa, kata Fancis Bacon. Awalnya yang dimaksud Bacon adalah, bahwa pengetahuan empiris itu bersifat fungsional, dapat digunakan untuk memajukan kehidupan manusia. Sementara kuasa, dipahami sebagai kuasa atas alam. Belakangan pernyataan ini tidak hanya bersifat fungsional, berkuasa atas alam, tetapi juga berkuasa atas manusia, negara, dan dunia.
Rabu, 19 Oktober 2011
Astagfirullah Artis
Raffi Ahmad putus dengan Yuni Shara? Demikian bunyi kepala berita yang saya lihat ketika membuka Banjarmasinpost Online (19/10/2011). Sempat bingung, tidak tahu mau bilang apa. Kebingunan ini bukan karena Raffi Ahmad putus dengan Yuni Shara, tapi karena tidak tahu, komentar bagaimana yang pantas untuk mereka.
Agama yang Bisu dan Kaku
Berbagai kejadian menghebohkan belakangan ini kerap memunculkan diskusi tentang peranan agama dalam membina kehidupan yang jujur, damai, santun, haromi, dan toleran. Bagaimana tidak, kuropsi, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, tawuran, pelacuran, aborsi, seks bebas, penipuan, dan bermacam laku serupa kerap mewarnai keseharian hidup masyarakat, baik yang terekspose di media massa atau tidak.
Langganan:
Postingan (Atom)